Jumat, 28 Desember 2007

Troya

JAKARTA – Dari sekian banyak kisah dalam mitologi Yunani, Perang Troya merupakan cerita yang paling kerap diulang. Kini, sutradara Wolfgang Petersen mencoba mengutak-atik kisah yang diangkat dari puisi berjudul The Iliad karya Hommer itu dengan memasang Brad Pitt sebagai daya tarik.

Perang Troya barangkali bisa disamakan dengan Mahabrata. Keduanya melibatkan banyak pahlawan perang yang bertempur untuk kedua belah pihak. Dalam Mahabrata, Kurawa dan Pendawa menjadi dua pihak yang berseteru. Namun, di belakang mereka berdiri orang-orang sakti yang sesungguhnya tidak memiliki kepentingan langsung dengan sebab-musabab perang.
Begitu pula dengan Perang Troya yang menyeret banyak pahlawan Yunani seperti Achilles (Brad Pitt) dan Odysseus (Sean Bean). Alkisah, Troya dan Sparta ingin berdamai. Maka, Raja Priam (Peter O’Toole) dari Troya mengirim dua putranya, Pangeran Hector (Eric Bana) dan Pangeran Paris (Orlando Bloom) untuk mengemban misi perdamaian, menemui Raja Menelaus (Brendan Gleeson). Di luar skenario, Pengeran Paris jatuh cinta pada Helen (Diane Kruger), istri Menelaus yang cantik jelita. Begitu besar cinta Paris hingga ia tak ingin membiarkan Helen berada di dekat Menelaus yang membuat jiwa kekasihnya kosong.
Ia menyelundupkan Helen di kapalnya dan membawanya pulang ke Troya. Namun, Paris tidak berpikir panjang. Cinta yang dia perjuangkan untuk Helen ternyata membawa petaka bagi negerinya. Menelaus tak tinggal diam. Ia marah bukan karena kehilangan Helen, melainkan karena harga dirinya terinjak-injak.
Menelaus kemudian meminta pertolongan kakaknya, Agamemnon (Brian Cox), raja Mycenae yang telah menaklukkan banyak negeri dan memaksa mereka berjuang untuk dirinya.
Mendengar keinginan adiknya untuk memerangi Troya, ambisi Agamemnon pun bagai bersambut. Sudah lama ia ingin menaklukkan Troya yang tak pernah bisa digempur oleh pasukan mana pun. Masalah adiknya sudah cukup menjadi alasan baginya untuk memerangi Troya.
Sesungguhnya, Troya dengan panglima perang Pangeran Hector bisa saja memukul mundur pasukan Agamemnon kalau saja kesatria paling tanggung Achilles tidak menjadi bagian dari Agamemnon. Awalnya, Achilles tidak ingin ikut campur dalam peperangan itu. Apalagi, dia sudah jatuh cinta pada adik sepupu Hector. Namun, kematian sepupunya sendiri di medan pertempuran di tangan Hector memunculkan dendam yang tiada terkira. Ia menantang Hector dan keduanya berlaga hingga Hector mati. Dan inilah awal dari kekalahan Troya.
Bertabur Bintang
Troy adalah film bertabur bintang. Anda bisa saksikan Brad Pitt yang telah lama menghilang—terakhir ia bermain dalam Confessions of A Dangerous Mind. Dalam film ini, ia diberi porsi besar dengan karakter yang sangat hebat. Sebagai aktor, Brad Pitt memiliki kemampuan akting yang baik, selain juga dikaruniai wajah yang tampan dan membuat banyak perempuan tergila-gila padanya.
Dengan kelebihannya itu, bermain sebagai Achilles, Pitt mestinya bisa tampil sekarismatik Russell Crowe dalam Gladiator. Sayangnya, Pitt seperti tidak bisa masuk dalam karakter Achilles yang senang bercinta, senang bertempur. Pitt lebih menakjubkan tatkala ia bermain Fight Club. Dalam film ini, energinya sebagai alter ego Edward Norton begitu besar dan dialirkannya dengan begitu efektif. Namun, energi semacam itu tidak muncul saat ia berperan sebagai Achilles.
Orlando Bloom yang melejit lewat film The Lord of the Rings juga belum membuktikan kemampuan aktingnya. Barangkali memang karena porsi untuk Bloom tidak terlalu banyak meski ia yang menjadi pangkal dari semua permasalahan.
Yang mampu memberikan penampilan istimewa justru Peter O’Toole. Aktor veteran ini bermain dengan sangat baik sebagai Raja Priam. Dalam salah satu adegan—mungkin adegan terbaik dalam film ini—Raja Priam mendatangi Achilles yang baru saja membunuh putranya tercinta. Dia berkata,
“Saya telah menanggung apa yang tak seorang pun di dunia ini bisa menanggungnya. Saya mencium tangan lelaki yang membunuh putraku.” Saat itu dengan suara bergetar, mata berlinang air mata, tetapi dengan tetap kewibawaan seorang raja yang tak berkurang sedikit pun, Priam memohon kepada Achilles untuk membiarkannya membawa jenazah Hector agar ia bisa menyelenggarakan upacara kematian dengan wajar. Adegan ini begitu menyentuh di tangan O’Toole, bukan Brad Pitt.
Petersen mungkin bisa berbuat jauh lebih baik jika film ini tidak bercerita terlalu lebar, terlalu banyak tokoh, sehingga tidak satu pun dibahas secara detail. Ada banyak tokoh menarik dalam mitologi Yunani. Barangkali, jauh lebih baik jika hanya kisah Achilles yang digali, atau Raja Priam saja, atau Pangeran Hector saja, atau bisa siapa saja. Tapi, bukan mereka bersama-sama sehingga film ini seperti memiliki fokus kecuali memperlihatkan kekolosalan yang juga diperlihatkan dalam film Gladiator atau film-film legenda lainnya.

Copyright © Sinar Harapan 2003

2 komentar:

naruto mengatakan...

^_^
^_~
~_^
~_~

Eric mengatakan...

Dak ngerti ak....